Wednesday, September 21, 2016

Perjuangan Hidup Dan Mati Disaat Melahirkan !! Masih Adakah Suami Yang Menyakiti Istri Masih Adakah Anak Yang Menyakiti ibunya !!


“Dok caesar yang 2 tahun waktu lalu lumayan sakit selesai bius hilang sampai merasa dari ujung kaki sampai ubun ubun…yang ke-2 th. tempo hari lumayan lebih sakitnya…tar caesar yang ketiga ini dapat sangatlah lebih sakit dok? ”, Kata dokter, ”iya bu ya begituh caesar klo caesar 1 cepat sembuh dapat 75 %sd 100% yang 2 dapat 50%sd 75% yang 3 spt ibu yang tiap-tiap tahun caesar paling 25% sd 50%, ”

“Oh gitu ya dok…jujur saya masih tetap ingat smuanya dok namun untuk anak kami buah cinta suami saya walaupun memori prosesi caesar masih tetap kuat terngiang dalam benak saya demikian pula sindrome pasca caesar masih tetap kuat banget saya rasakan…bismillah saya siap meregang nyawa buat mereka dikarenakan Alloh…”Hingga prosesi caesar ketiga anak ke enam berjalan suhu ac ditinggikan spt didalam kulkas.

Sampai nafas juga tersengal sengal namun mencoba ikhlas bila kematian juga me jemput.. untung genggaman tangan suami serta kecupan lembut sembari memperkuat waktu ingin masuk ruangan operasi, ” bismillah bunda kuat bunda akan baik baik saja…ingat anak anak kita sangatlah memerlukan bunda. i love u, ”

Allahu akbar saat sebelum masuk ruangan operasi, dibius dahulu, pikirkan orang hamil diminta duduk melengkung dikarenakan akan disuntik bius di bagian tulang belakang oleh dokter anastesi, lanjut suntik tangan untuk aliran makanannya lanjut dimasukkan cateter utk kuras cairan pada badan yg tidak terpakai. sampai bermacam selang termasuk juga oksigen juga masuk kedalam lubang hidung.

Prosesi setelah itu masuk ruangan operasi sesudah dokter bedah dokter anak juga siap dengan sebagian perawat, itu kapas diujung gunting penuh dengan darah, bekas darahpun dikuras dengan selang serta centong spesial terdengar bunyi spt dikuras.

Dalam hitungan menit selesai perut kulit 7 lapis disayat untuk sayatan sampai bila tidak hati hati akan tentang si jabang bayi..

Rasa sangat sangatlah sakit Allah bayar tunai dengan lahirnya bayi berbentuk spt ini. Bayi diurusi dokter anak sedang ibunya dengan dokter kandungan.  

Lanjut selesai disayat kembali dijahit setiap susunan.Selesai bius hilang untuk menahan rasa sakit itu sampai 4 hari buat ngomong tidak dapat keras buat jalan cuma dapat geser telapak kaki.

Sakitnya sampai ujung kaki sampai ubun ubun terasa.
Perjuangan ibu belum usai, sesudah melawan rasa sakit selesai caesar mesti berusaha keras melatih gerak dikit dikit agar tidak kaku selesai 2 hari dalam pembaringan. walaupun cm baru miring kanan miring kiri belajar duduk belajar jalan sedikit sedikit.

Segera disusul bengkaknya payudara dikarenakan mulai sistem produksi asi yang umumnya diawali dengan bengkak demam serta sakit waktu mulai mesti sang bayi mengisap asi.

Allahu akbar…. dalam sikon rasakan bermacam rasa, TERASA bangeet perjuangan juga sebagai seseorang ibu kita.

“Sembilan bulan lebih kita dalam kandungannya cuma makan sari pati nutrisi yang dikonsumsi ibu hingga banyak beberapa ibu yang cepet osteoporosis cepet ompong giginya cepat rontok rambutnya cepet ngilu tulang tulangnya…hingga karena sangat banyak yang perlu diurus SANG IBU juga jadi 

MASIH TEGA MENYAKITI SANG IBU???

Belumlah sembuh dari sakit selesai sistem bersalin lanjut melahirkan lanjut hari hari begadang juga dijalaninya…apalagi klo anak sakit suami sakit terasa mendingan seluruhnya derita dijamin dirinya…
WALAU bila seseorang ibu SAKIT juga bingung dikarenakan siapa yang bakal mengatur rumah, anak anak serta suaminya…

MASIH TEGA BILANG SAMA IBU MEMANG NGAPAIN AJA DI RUMAH????

Yaa masih tetap sangaaat banyak serta sangaaat besar perjuangan serta pengorbanan sang ibu sampai kita dapat seperti ini bukanlah lantaran TIBA TIBA KITA BESAR BISA INI ITU…
INGATLAH…tatkala kita lahir TAK BISA APA APA…TAK BISA MAKAN APA APA KECUALI ASI…. satu tetes asi =100 cc susu fomula jadi berapakah ratus ribu kocek suami untuk membayar ASI sepanjang anaknya disusui istrinya???

MASIH ADAKAH SUAMI SUAMI YANG TAK CINTA TAK SAYANG BAHKAN MENYIA NYIAKAN ISTRINYA???


Masya Allah.. Saya Dirantai Karena Nakal, Tapi Bapak Jangan Dipenjara , nanti bapak gak bisa narik becak saudara saya makan apa !!!

Muhammad Ilham (5), bocah yang terbakar dalam kondisi kakinya terikat rantai adalah anak bungsu dari pasangan suami istri Suhaefi (37) dan Tursinah (35).

Kakak pertamanya, Wahyudi (19) telah cukup lama meninggalkan kampung halaman untuk bekerja di Surabaya. Kakak keduanya, Taufik (17), pengangguran lulusan MI (Madrasah Ibtidaiyah), sehari-hari dipercaya Suhaefi untuk mengawasi Ilham selagi ia bekerja sebagai pengayuh becak. Sementara itu, kakak ketiga Ilham, Wahyuni (12) hingga saat ini masih duduk di bangku kelas VI Madrasah Ibtidaiyah.

Tursinah telah lebih dari setahun meninggalkan Tanah Air untuk bekerja sebagai TKW di Arab Saudi, sedangkan Suhaefi setiap hari harus mengayuh becak untuk mencari nafkah. Otomatis, rumah yang mereka tinggali di Jalan Raya Sukosari, Desa Sukosari, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, hanya ditinggali oleh Suhaefi, Taufik
Wahyuni, dan Ilham.

Rumah yang mereka tinggali persis berada di depan jalan raya yang seringkali dilalui kendaraan berat dan kendaraan-kendaraan dengan kecepatan tinggi. Selain ruang tamu dan dapur, rumah sederhana keluarga itu memiliki dua kamar tidur dengan ukuran yang tidak terlalu lapang. Kamar depan, tempat di mana Ilham terbakar, adalah kamar yang biasa ia tiduri bersama Suhaefi.

Effendi (50), tetangga Ilham, mengungkapkan bahwa Ilham dikenal oleh keluarga dan warga sekitar sebagai bocah yang sangat aktif. Beberapa kali ia berusaha keluar rumah tanpa pengawasan, padahal jalan raya di depan rumahnya adalah jalur yang cukup ramai dilintasi kendaraan berat. Tak hanya itu, sepengetahuan Effendi, Ilham juga dikenal sering bermain korek api. ”Dulu ia juga pernah menyalakan kompor gas sampai gas elpijinya habis,” ungkap Effendi.

Selain doyan bermain korek api, Effendi juga pernah beberapa kali melihat Ilham menyulut rokok. ”Pernah saya lihat dia menyalakan rokok, tapi kalau anak saya yang besar tahu, pasti rokok itu direbut dan dibuang oleh anak saya,” ujar Effendi.

Zaini (50) yang juga tetangga Suhaefi membenarkan pernyataan Effendi. Menurutnya, Suhaefi beberapa kali tampak kewalahan menghadapi tingkah Ilham yang sangat aktif. ”Menurut saya Ilham memang cukup nakal dan lincah. Bahkan setahu saya dia nggak pernah mau disuruh tidur kalau nggak dirantai. Pernah waktu bapaknya tidur dan dia tidak dirantai, dia keluar rumah lewat jendela kamar dan pergi ke jalan. Padahal waktu itu jam dua pagi,” terang Zaini.

Zaini menduga, karena kondisi perekonomian keluarga Suhaefi yang kurang beruntung, kedua anak lelakinya, Wahyudi dan Taufik hanya bisa bersekolah sampai MI (setingkat SD). ”Kalau Yudi, setahu saya dia hanya lulusan MI, sedangkan Taufik bahkan nggak lulus MI. Tingg
al anak perempuannya ini yang sekarang masih sekolah kelas enam,” ujar Zaini.


Sementara itu, saat menengok Ilham di rumah sakit, Kapolsek Gondanglegi Kompol Badriyah menegaskan bahwa Ilham bukanlah anak nakal, sehingga tidak harus dirantai. Menurut Badriyah, Ilham justru adalah anak yang cerdas. ”Dia ini cerdas, bukannya nakal. Hanya saja mungkin orangtuanya yang tidak tahu bagaimana harus menghadapi Ilham yang aktif dan lincah ini,” ujar Badriyah.

Kepada Badriyah, dengan terbata-bata sambil menahan sakit, Ilham mengungkapkan alasannya kenapa ia harus dirantai. Dari kalimat yang ia ucapkan, ia tampak mengakui kenakalannya. ”Saya dirantai karena nakal, tapi bapak jangan dipenjara , kalau bapak dipenjara , saudara saya makan apa.” ujar Ilham polos. Selebihnya, Ilham hanya bisa merintih, “panas…panas”

Laki-laki Bisa Sukses karena Wanita. Laki-laki pun Bisa Hancur karena Wanita

Dia telah menghancurkan hati Ibu. Dia telah membuat Ibu jatuh sejatuh-jatuhnya. Dia juga telah membiarkanku juga Rey berangkat sekolah dengan sepatu yang bolong. Dengan uang saku yang hanya cukup untuk ongkos saja. Itupun dari pinjaman tetangga yang merasa kasihan pada kami. Bahkan tak jarang aku dan Rey terpaksa jalan kaki menempuh jarak yang lumayan jauh.

Sebelum menginjak usiaku yang ke-16 hidupku terasa sangat sempurna. Kasih sayang yang utuh dari Ibu dan Ayah. Perhatian yang selalu tersaji dengan manis setiap harinya. Usaha Ayah yang melaju pesat dengan sikap dermawannya yang senang berbagi dengan siapapun atas hasil yang ia dapatkan. Sikap yang sangat aku banggakan dari sosok Ayah yang kumiliki.

Namun semua hilang tepat di ulang tahunku yang ke 16. Aku merasa ada yang tidak beres di rumah ini. Ibu dan Ayah jarang sekali memperlihatkan keharmonisan mereka di depanku juga Rey, adikku. Bahkan kini Ayah sudah jarang pulang ke rumah, membiarkan kami menunggunya dalam kecemasan. Membiarkan Ibu mondar-mandir mengetuk pintu tetangga hanya untuk meminjam 1 liter beras. Membiarkan Ibu berjuang menghidupi kami. Kemana Ayah?

Setelah beberapa bulan tak pulang, akhirnya dia kembali. Kembali dengan Ayah yang berbeda. Aku merasa kasih sayang yang Ayah berikan pada kami sudah tak utuh lagi. Bagai telah terbagi. Ayah pulang memberikan uang pada Ibu, lalu pergi lagi dalam waktu yang tidak sebentar. Hampir beberapa tahun berjalan dengan kisah yang sama. Pulang hanya sekedar memberi uang yang tak bisa dikatakan cukup, lalu pergi kembali tanpa mencium kening Ibu, aku dan Rey seperti dulu yang selalu dilakukan Ayah ketika berangkat kerja. Ayah tidak mengerti, bukan hanya uangnya yang kami harapkan, tapi kasih sayang dan perhatiannya seperti dululah yang sangat dirindukan di rumah ini.

******

Setelah lulus SMA aku semakin mengerti luka yang Ibu sembunyikan selama ini. jika dulu setiap kali aku bertanya kemana Ayah, jawabnya selalu urusan pekerjaan. Namun, semakin bertambahnya usiaku, aku mengerti, aku paham, Ayah memang telah berubah berubah 180 derajat dari Ayah yang dulu. Kini aku tahu ternyata di luar sana Ayah merajut asmara dengan wanita selain Ibu. Hatiku hancur dengan seketika membenci sosok Ayah yang dulu aku banggakan. Jika aku saja sedemikian hancurnya apa lagi Ibu yang telah mendampingi Ayah selama 20 tahun ini. Menemani Ayah yang menikahinya sejak Ibu berusia 16 tahun, usia yang sangat belia. Namun Ibu tak bisa menolak karena nenekku sudah tak ada saat Ibu berusia 16 tahun. Pilihan menerima pinangan Ayah juga tak terlepas dari pikiran agar ada yang melindungi. Berusaha menumbuhkan cinta di setiap harinya dalam kehidupan rumah tangga yang mereka jalani, hingga cinta itu ada dan bersemai dengan indah. Menjadikan diriku ada dan Rey sebagai pelengkap kebahagiaan mereka. Kisah cinta yang indah dan sempurna.

Memasuki tahun ke-21 pernikahan Ibu dan Ayah, sikap Ayah mulai berubah seiring bertambah majunya usaha yang Ayah jalani. Keretakan itu justru terjadi di usia pernikahan mereka yang sudah tak bisa dikatakan muda.

Kini aku hanya bisa berusaha menguatkan Ibu, memeluknya ketika Ibu butuh pelukan seorang suami, menghapus air mata Ibu ketika mulai membanjiri pipinya yang selalu aku kecup manja.

Banyak omongan miring tentang Ayah di luar sana. Tersiar kabar jika Ayah telah menikah dengan wanita lain tanpa sepengetahuan Ibu. Saat Ibu mendengar kabar itu dari adiknya langsung, Ibu begitu lemah. Seakan persendiannya terasa lumpuh.

Wanita yang dinikahi Ayah, di mataku tidak lebih dari seorang wanita perebut suami orang yang kala itu sedang naik-naiknya. Wanita itu memang bohai, bodynya memang aduhai, tapi aku sangat benci wanita itu, karena telah membuat Ibu menderita, karena telah merebut kebahagian kami dan menjadikannya luka.

Aku mulai tak tahan dengan semua pemandangan yang terasa sadis ini. Ayah selalu membanding-bandingkan Ibu dengan wanitanya yang bohai nan aduhai itu. Tidakkah Ayah berpikir siapa yang selama ini menemaninya sampai ia berteman sukses? Mungkin Ayah telah dibutakan dengan tipu daya dunia yang tersamar dalam kecantikan.

Sekian hari Ibu tenggelam dalam air mata yang selalu menjadi temanya selama beberapa tahun belakangan ini. Akhirnya sebuah perpisahan menjadi pilihan ketika tak ada lagi yang bisa dipertahankan.

*****

Seolah terlepas dari beban yang mencengkramnya. Kini Ibu lebih bisa menerima apa yang telah terjadi, mencoba mengikhlaskan apa yang telah dimilikinya selama ini. Mungkin Ayah hanya akan menjadi masa lalu Ibu yang tak akan pernah kembali.

Aku, Ibu, dan Rey tetap meneruskan hidup tanpa seorang Ayah disisi kami. Lagi pula kini aku dan Rey telah cukup dewasa, urusan makan tak lagi perlu kau hiraukan Ayah. Aku dan Rey bisa menafkahi hidup kami sendiri juga Ibu.

Hingga tiba dimana aku menemukan cinta yang menyempurnakan hidupku. Cinta yang hampir sama maknanya dengan cintaku terhadap Ibu. Lelaki yang telah menjadi kekasihku dua tahun kebelakang meminangku, memintaku kepada Ibu untuk ia jadikan Istri. Aku terharu ketika mendengar calon suamiku meminta restu dari Ibu dan melamarku di depan keluarga besar kala itu, walau merasa ada yang kurang karena Ayah tak ada, tapi itu tidak akan merusak kebahagianku bersama Ibu dan keluargaku yang lain.

H-2 pernikahan, Aku mendekat pada Ibu yang terlihat merenung sendiri, aku tanya kenapa, beliau memelukku dan tak aku sangka setitik air jernih turun melintasi garis pipi Ibu, seolah Ibu tak ingin melepasku, akupun ikut menangis kala itu.

“Ibu tak usah khawatir, setelah menikah nanti, Ibu ikut denganku”.

*****

Tiba saatnya hari dimana Ijab dan Qabul akan disenandungkan. Ijab? Haruskah Ayah yang mengucapkannya? Iya, dia memang tetap harus menjadi wali dalam pernikahanku, walau aku tahu ini tidak akan mudah bagi Ibu, ketika melihat laki-laki yang telah membuatnya hancur hadir kembali di hadapannya. Tapi Ibu tetap berbesar hati.

Lelaki itu datang, dia datang mengenakan batik yang serupa dengan wanita bohai itu dan kedua  anak perempuannya. Ya Tuhan, dia datang bersama keluarga barunya di pernikahanku. Hatiku sakit melihat ini, seolah masih tak bisa terima jika semua telah terjadi. Sebetulnya aku dan Ibu mungkin telah mengikhlaskan, tapi ketika dia muncul bersama dengan wanita itu, rasanya sakit kembali hadir, kembali menusuk-nusuk jantungku, apa lagi Ibu.

Ayah berhasil membuat tangis yang tak seharusnya di pernikahanku, namun saat itu Aku tidak terlalu peduli, lagi pula ini harus menjadi hari bahagiaku. Namun, bagaimana dengan Ibu? Apa Ibu sanggup melihat ini? Aku tak bisa bayangkan itu.

Selama Ijab dan Qabul berlangsung, ternyata wanita itu cukup tahu diri dengan tidak ada di hadapan keluarga besar kami terlebih Ibu. Syukurlah Ijab dan Qabul telah berlangsung, Ibu? Ibu terlihat menahan tangis. Ayah dan Ibu hanya saling memandang tak begitu lama tanpa bersuara. Memang tidak ada cinta lagi dari keduanya, yang tersisa hanya luka.

Wanita itu? Wanita itu terlihat bernyanyi dan bergoyang diatas panggung kebahagianku. Dia bernyanyi di temani Ayah di sampingnya. Apa wanita itu tidak berpikir jika ini adalah pernikahanku? pernikahan anak dari lelaki yang telah ia rebut dari Ibuku, apa Ayah dan wanita itu tidak berpikir bagaimana perasaan Ibu melihat mereka bermesraan di atas panggung kebahagianku?

Ibu sudah tak nampak dalam acara bahagiaku, rupanya ia mengurung diri di kamar, menangis dalam kesendiriannya. Aku bisa mengerti apa yang Ibu rasakan saat itu, tapi aku harus tetap berada di pelaminan menghargai tamu yang terus berdatangan.

Rasanya ingin aku usir saja mereka dari sini, tapi tidak mungkin, aku telah dengan manis mengenakan kebaya putih ini, dan harus tetap menebar senyum pada mereka yang datang.

Bisik-bisik yang ku dengar dari sebagian tamu undangan yang merupakan tetanggaku tak aku hiraukan. Namun aku simpati dengan mereka yang peduli terhadap Ibu, “dasar wanita tidak tahu diri, bisa-bisanya dia berlenggok-lenggok di pernikahan Nak Sasmi..” bisik seseorang yang terdengar saat mengantri untuk menyalamiku.

*****

Semua telah berlalu. Kini aku menikmati peranku sebagai seorang istri juga sebagai seorang Ibu, suamiku membuka usaha konfeksi dan kami menjalankannya bersama, kini aku telah memiliki seorang  jagoan berusia 6 tahun dan putri kecil berusia 2 tahun, begitu pula dengan Ibu yang telah bisa terbiasa tanpa Ayah dan menikmati perannya sebagai seorang nenek yang begitu mencintai cucunya, kami hidup sederhana namun bisa menikmati semua anugrah yang Tuhan berikan untuk kami.

*****

Aku dengar jika usaha Ayah mengalami kemerosotan, tapi aku tak begitu menghiraukannya, walau terbesit sedikit rasa iba, namun bukankah ada keluarga yang selalu di banggakannya, aku rasa mereka sudah cukup bagi Ayah, namun ternyata semua tak seperti yang ku pikir, wanita yang dulu bohai dan aduhai itu kini menjadi seorang TKW jauh dari segala kemewahan. Tinggallah Ayah dengan anak-anaknya dari wanita itu, mengurus mereka sendiri tanpa seorang istri, dan yang ku tahu, anak bungsu Ayah tak jauh beda usianya dengan putra pertamaku sekitar 6 tahun. Di usianya yang tak lagi muda Ayah harus merawat tiga anaknya sendiri, kasihan rasanya, namun ini sudah menjadi pilihannya yang tak bisa ditawar lagi.

Akhir-akhir ini Ayah sering mengunjungiku, sekedar meminta uang untuk beli susu anaknya, aku gregetan sendiri pada Ayah, coba saja dulu Ayah tak menikah lagi, mungkin dia tak akan repot mengurus anaknya yang masih kecil ini. Ayah lebih cocok menjadi seorang Kakek, pakaian yang selalu membuatnya terlihat gagah kini tak ku lihat, dia datang hanya dengan kaos oblong dengan memangku putri kecilnya, kasihan, walau bagaimanapun dia tetap Ayahku, aku selalu mempersilahkannya makan dan membekalinya uang ketika ia pulang, sering kali ketika Ayah datang kerumahku Ibu selalu sembunyi tak menunjukan rupanya pada Ayah, ku kira lukanya masih ada walau ia telah memaafkan, memaafkan bukan berarti telah melupakan.

Selang bulan aku mendapat kabar lagi dari pamanku, jika istri Ayah telah pulang namun dia meminta cerai pada Ayah, dengan alasan uang, uang kirimannya selama wanita itu menjadi TKW telah Ayah habiskan entah kemana, mungkin dihabiskan dengan wanita yang lebih aduai,  lihatlah! Inikah wanita yang selalu kau banggakan Ayah?

Usia Ayah tak lagi muda, dia sakit-sakitan dan tak ada yang merawat, kemana ia kembali? Jelas kepada kami, kepada aku, Rey dan Ibu. Tapi ibu menolak untuk kembali bersama.

Aku peduli pada Ayah, aku sewakan sebuah kamar yang cukup luas untuk dia tempati, tak jauh dari rumahku agar aku bisa merawatnya walau tak bisa seutuhnya karena menjaga perasaan Ibu, hanya memberikan makanan 3 kali dalam sehari yang ku simpan di kamarnya dan meninggalkan uang untuknya membeli apa yang dia mau, walau tak besar.

Rupanya walau Ayah tak muda lagi, dia masih bisa berpolah layaknya remaja yang dimabuk asmara, setiap hari uang yang ku berikan padanya dibelikan pulsa untuknya bertelponan dengan wanita-wanita yang entah siapa, entah tau atau tidak jika Ayah bukan lagi seorang milyarder.

Ayah masih memiliki cinta, cinta? Cinta yang ingin dia bawa kepelaminan. Dia meminta untuk dinikahkan dengan janda pilihannya yang sama-sama tak lagi muda itu, Oh Tuhan, apa ini? Tapi biarlah Ayah menikah lagi dan tinggal bersama janda itu agar tak merepotkanku juga Rey, pikirku kala itu, lagi pula Ayah memaksa dan merajuk pada kami, akhirnya Aku dan Rey mengabulkan permintaan Ayah walau sedikit malu dengan tetangga yang mengantar, masa iyah sudah tua, sakit sakitan pula, masih ingin menikah saja, bukannya mendekat pada Tuhan dan taubat. Aku dan Rey pun melamar janda tua itu untuk Ayah, dan singkat cerita merekapun hidup bersama.

Hanya bertahan satu bulan, akhirnya Ayah kembali. Kembali pada siapa? Kepada siapa lagi jika bukan pada kami, keluarga yang telah dia sia-siakan.

Aku lelah dengan sikap Ayah yang tak berubah walau telah tua. Dia kembali menempati kamar yang kusewakan untuknya.

Kini dia kembali sakit-sakitan, tak jarang aku memanggil Rey yang juga telah berkeluarga untuk sama-sama membawa Ayah ke rumah sakit, penyakit orang yang sudah tak muda lagi, sudah biasa, kondisinya yang mulai melemah, bahkan kini Ayah hanya bisa terbaring di tempat tidur, menungguku membawakan sarapan.

Dengan sabar aku merawatnya, walau kadang jengkel ketika ingat yang lalu-lalu, namun aku tak mau jadi anak durhaka, aku tetap menjalankan kewajibanku merawat Ayah, begitu pula dengan Rey.

Kian hari Ayah mulai melemah, hari kehari pula Ayah semakin manja ku rasa, jika aku telat datang, dia memarahiku dan mencaciku anak durhaka yang membiarkan Ayahnya yang sakit kelaparan, padahal hanya telat  beberap menit saja, lagi pula aku punya anak kecil yang harus ku urus segala persiapannya di pagi hari sebelum mereka sekolah, tak jarang piring-piring plastik dan gelas berantakan dimana-mana sengaja ia lempar-lemparkan kala menungguku datang, Ayah tak ayal seperti anak kecil saja kini, memang benar ketika tua seseorang akan balik ke balita, itu yang ada di pikiranku.

Ayah benar-benar hanya bisa terbaring walau tangannya masih bisa di gerakan untuk melemparkan piring dan gelas itu, bahkan buang hajat pun kini di tempat pembaringannya, mandipun kini aku dan Rey yang memandikan, tak jarang jika setan telah menang mempengaruhiku aku selalu menggerutu sendiri, menyalahkan Ayah, memarahi Ayah, walau itu hanya ku gumamkan dalam hati.

*****
Suatu ketika saat aku hendak membawakan makan malam untuk Ayah, sebelum aku masuk kamarnya aku melihatnya di balik jendela yang sedikit terbuka, aku memperhatikannya, dia memang terbaring lemah dan tak ada yang bisa dilakukan selain terbaring, namun beberapa saat, aku melihatnya terbangun dan duduk memandangi ke arah luar dengan tangan yang bisa ia gerakan, dia tak benar-benar sakit parah, dia telah membohongi kami, gumamku dalam hati, dan ketika aku membuka pintu, dengan segera dia menjatuhkan dirinya ke kasur, lelucon macam apa ini, aku memasang wajah jengkelku, aku marahi Ayah tak lagi dalam hati, aku keluarkan semua uneuk-uneuk ku, walau aku mengatakannya dengan derai tangis karena sadar ini adalah perbuatan yang salah, walau bagaimanapun seorang anak tetaplah berkewajiban merawat orang tuanya dan menyayangi dia apapun yang terjadi, harus sabar merawatnya sebagaima dia merawatku dan menyayangiku saat kecil, tapi aku manusia biasa yang bisa saja khilap dan emosi, lagi pula Ayah telah membohongi kami untuk kesekian kalinya bahkan kini Ayah membohongi kami perihal sakitnya.

Aku tinggalkan dia dengan makanan yang tadinya aku berniat untuk menyuapi Ayah, namun tak jadi ketika barusan yang ku lihat Ayah bisa terbangun dan menggerakan tangan dan tubuhnya, aku meninggalkan makanan itu disamping Ayah, membiarkan Ayah memakannya sendiri.

Aku menangis menceritakan semua pada Ibu, Ibu juga seperti menahan tangis, namun Ibu sudah tidak berkewajiban merawat Ayah, lagi pula kini Ibu bukan lagi mahram nya Ayah, namun Ibu lah yang selalu menyediakan makanan untuk Ayah, tapi perihal memberikan dan menyuapinya itu menjadi tugasku, dan tugas memandikan Ayah tak mungkin Ibu membantuku haram hukumnya, itu tugasku dan juga Rey.

Esoknya ketika hendak memandikan ayah sekitar jam 05.00 subuh, kondisinya benar-benar melemah, benarkah ini? sedang tidak bersandiwarakah dia? Namun kenyataannya dia terlihat tidak sedang bersandiwara, aku memanggil beberapa tetangga dan minta bantuan atas Ayah.

Singkat kata, Pamanku adiknya Ibu terlihat melantunkan ayat-ayat suci di samping ayah, nafas Ayah mulai melemah, dia sedang menghadapi syakaratul mautnya, kini tak ada lagi kata yang keluar dari mulutnya, nafas Ayah terdengar sudah tak wajar, detak jantungnya melemah, ada setitik air yang jatuh di sudut matanya, kini Ibupun terlihat ada di samping Ayah ikut melantunkan ayat-ayat suci untuknya, Ibu manangis, menangis dalam lantunan dzikirnya, Ibu minta maaf pada Ayah, Ayahpun hanya membalasnya dengan suara nafas yang terdengar sedikit naik di iringi setitik tangis yang jatuh kembali dari pelupuk matanya.

Tokoh agama yang pada saat itu juga ada, mengatakan mungkin ada sesuatu yang masih di tunggu Ayah hingga mempersulit dia melewati syakaratul mautnya.

Kata terakhir yang aku dengar secara terbata dari Ayah ialah “ M I R N A” Ayah menyebutkan sebuah nama yang ku tahu itu adalah nama anak bungsunya dari wanita yang telah menceraikan Ayah.

Rey segera mendatangi alamat dari kediaman Mirna juga Ibunya dan anak-anaknya yang lain.

Adikku kembali namun tanpa mereka, tanpa Mirna, ataupun wanita itu.

Ibunya tak menginjinkan Mirna di bawa kesini, dan anak pertama Ayahpun tak mau datang kesini, sudah ku jelaskan jika kini keadaan Ayah sudah sangat darurat dan sangat membutuhkan mereka disini, begitu tutur Rey kala kembali dengan tangan kosong.

Mereka tak datang hingga Ayah menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 09.00 pagi.

Aku menyesal karena sempat memarahi Ayah sebelum pada akhirnya dia meninggal, aku menyesal kenapa tidak ku suapi dia di makan malam terakhirnya, aku menyesal karena aku berpikir jika Ayah hanya pura-pura sakit.

Setelah Ayah di mandikan dan di kafani, ku kabari keluarga Ayah yang subuh tadi tak mau datang, mengatakan jika Ayah telah wafat. Selang beberapa Jam sekitar jam 11.00 pagi mereka datang ke rumahku.

Tangis tak terbendung ketika melihat seorang putri kecil berlari dan memeluk Ayah yang sudah terkafani dengan kain yang menutupinya, dia berteriak dalam tangisnya “Bapak…. Mirna ada disini, Mirna minta maaf sama Bapak, Bapak bangun” ucap gadis kecil yang ternyata adalah Mirna menangis sesegukan, lalu wanita yang tak lain adalah Ibunya ikut menangis di susul dengan Anak pertama Ayah yang langsung tak sadarkan diri melihat Ayahnya yang tidak di temuinya subuh tadi kini telah terkujur kaku tak bernyawa.

Si gadis kecil terlihat ngambek pada wanita itu, “Gara-gara Mamah tak mengijinkanku ikut bersama Abang Rey tadi pagi menemui Bapak, jadi sekarang Bapak meninggal, ini semua gara-gara Mamah” gadis kecil yang polos, aku menghampiri dan memeluknya dengan berkata dalam hati “kamu adikku”.

Aku melihat Ibu yang juga berusaha menenangkan wanita yang menjadi madunya itu.

“Maafkan aku Mba, aku kira keadaanya tidak separah ini”
“Sudahlah, kita do’akan yang terbaik saja”
“Aku mohon maafkan aku atas kesalahan yang pernah ku perbuat pada keluarga Mba”
“Semua sudah berlalu tak usah kau sesali, aku telah memaafkanmu, aku juga minta maaf bila ada salah, sekarang kita do’akan saja beliau tenang di sisinya”

*****

Semua telah berlalu, Ayah telah mengakhiri petualangannya di bumi dan kembali pada Sang Pencipta, semoga Ayah damai disana.

  • Pesan yang ingin disampaikan dalam narasi ini-
  • 1.                   Harta. Tahta. Wanita. Memang selalu menjadi kelemahan bagi kaum laki-laki. Jangan mudah tertipu daya topeng dunia yang tersamarkan dalam kecantikan. 
  • 2.                   Ingatlah wanita yang telah menemani ketika susah, dan mendampingi menuju kesuksesan.
  • 3.                   Laki-laki bisa sukses karena wanita, tapi laki-lakipun bisa hancur karena wanita.
  • 4.                   Tetaplah menjadi layaknya seorang anak yang harus berbakti kepada kedua orang tua walau bagai manapun mereka, jangan sampai penyesalan menyapamu.
  • 5.                   Seburuk apapun orang tua, tetaplah mereka harus di hormati dan di sayangi dengan sabar seperti mereka yang merawat kita dengan penuh kesabaran di saat kita masih kecil.
  • 6.                   Mengikhlaskan memang tak mudah, tapi dengan keikhlasan semua beban terasa ringan.
7.                   Terakhir, silahkan simpulkan sendiri pesan yang terkandung dalam kisah yang benar-benar ada disekitar kita ini

Semoga ada pesan yang dapat dipetik dari kisah di atas yang merupakan true story. Semoga menjadi pengingat untuk kita semua bahwa dunia ini hanya sementara.

Jika ada penokohan yang kurang terpuji mohon dimaafkan dan jangan diikuti. Jadikanlah sebagai contoh agar tak mengikuti.

sumber:http://www.hipwee.com/narasi/laki-laki-bisa-sukses-karena-wanita-laki-laki-pun-bisa-hancur-karena-wanita/


Mari Bagikan "Polisi Membuat Cara Baru Agar Anda Terkena Tilang!! Bacalah Agar Terhindar"

Halaman Facebook Humas Polda Metro Jaya mendadak jadi ramai dari tanggapan natizen mulai sejak Jumat kemarin. Dipicu yaitu pengumuman dari Humas Polda Metro Jaya yang menyampaikan himbawan pada pengguna jalan raya tentang ketetapan modifikasi motor.

Dalam pengumuman yang di post pada halaman facebook ini, Kepolisian menginformasikan jika mengubah bentuk atau penampilan dari motor dari bentuk awal ke bentuk yang tidak sama bisa memperoleh denda s/d Rp. 24 juta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto memberitahukan jika pihaknya merasa perlu mensosialisasikan ketetapan untuk modifikasi kendaraan pada beberapa yang mempunyai kendaraan agar tidak ada yang terserang tilang. 

HASIL PEMANTAUAN DI LAPANGAN DITEMUKAN BAHWA MASIH BANYAK DIJUMPAI KENDARAAN MODIFIKASI BAIK MOTOR MAUPUN MOBIL YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN TIPE SECARA TIDAK SAH YANG DAPAT DIGOLONGKAN DALAM TINDAK PIDANA PELANGGARAN, ” JELAS AKBP BUDIYANTO.

MENURUT PENDAPAT BUDIYANTO ATURAN TERSEBUT TELAH TERTUANG DALAM PASAL 277 JO PASAL 316 AYAT (2) UU NO 22 TAHUN 2009 DENGAN ANCAMAN PIDANA PENJARA PALING LAMA 1 TAHUN ATAU DENDA ATAU DENDA MAKSIMAL RP 24 JUTA. asasasasasasasss1BUDIYANTO MENGATAKAN, MENGUBAH ATAU MEMODIFIKASI BENTUK DARI KENDARAAN HARUS DILAKUKAN TETAPI HARUS DILAKUKAN UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT UJI TIPE DARI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN. HAL INI SESUAI DENGAN PASAL 131 HURUF E DAN PASAL 132 AYAT (2) DAN AYAT 7 PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 55 TAHUN 2012 TENTANG KENDARAAN JO PASAL 50 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN, YANG KENDARAAN DIMODIFIKASI, MENYEBABKAN PERUBAHAN JENIS DIMENSI BENTUK, MESIN DAN KEMAMPUAN, PENGANGKUTAN, JENIS TES WAJIB UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT.

UJI TIPE YANG DITERBITKAN OLEH KEMENTRIAN PERHUBUNGAN INI JUGA ADA BEBERAPA
KETENTUANNYA, UJAR

AKBP BUDIYANTO.

PIHAK POLDA METRO JAYA JUGA MENGURAIKAN KETENTUAN TERSEBUT

1. MODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR HANYA DAPAT DILAKUKAN SETELAH MENDAPATKAN REKOMENDASI DARI APM (AGEN PEMEGANG MERK) KENDARAAN TERSEBUT. 

2. MODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR WAJIB DILAKUKAN OLEH BENGKEL UMUM KENDARAAN BERMOTOR YANG DITUNJUK OLEH KEMENTRIAN PERINDUSTRIAN.
 

3. KENDARAAN BERMOTOR YANG TELAH DIMODIFIKASI WAJIB DIDAFTARKAN KEPADA KESATUAN POLRI PELAKSANA REGISTRASI DAN IDENTIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR PADA KANTOR SAMSAT UNTUK MEMPEROLEH STNK BARU YANG SESUAI DENGAN PERUBAHAN KENDARAAN BERMOTOR DIMAKSUD.

KAMI BERHARAP MASYARAKAT PAHAM DAN MENGERTI BAHWA MEMODIFIKASI KENDARAAN BERMOTOR TANPA MELALUI MEKANISME YANG BENAR MERUPAKAN TINDAK PIDANA KEJAHATAN, ” TAMBAH AKBP BUDIYANTO.

AKBP BUDIYANTO MENGATAKAN AKAN MENINDAK PENGGUNA JALAN YANG MELANGGAR KETENTUAN HUKUM YANG SESUAI DAN PERATURAN YANG BERLAKU.

NETIZENS TERLALU SIBUK MENGOMENTARI ATURAN INI. SAMPAI HARI INI, LEBIH DARI 2. 000 KOMENTAR YANG MERAMAIKAN PENGUMUMAN. MENARIKNYA, TIDAK SEDIKIT DARI NETIZENS MERASA CURIGA, BAHWA ATURAN INI HANYA AKAN MEMFASILITASI POLISI ‘NAKAL’ UNTUK MENEMUKAN KESALAHAN DENGAN DRIVER MOTOR.

CONTOH YANG PALING MUDAH, SUDAH MENJADI RAHASIA UMUM, JUTAAN PEMILIK SEPEDA MOTOR DI INDONESIA, INSTALL PADA SEPEDA MOTOR MEREKA DENGAN PERNAK-PERNIK AKSESORIS YANG TIDAK DIPRODUKSI OLEH PRODUSEN SEPEDA MOTOR. 

YANG KHAWATIR NETIZENS, AKSESORIS INI DAPAT DIGUNAKAN ATAU TIDAK, AKAN TERGANTUNG PADA SUBJEKTIVITAS UNTUK POLISI YANG BERTUGAS. TIDAK SEDIKIT NETIZENS MENYUARAKAN KETIDAKPUASAN MEREKA DENGAN KEPOLISIAN LINTAS.
 

KAMI AKAN MENGERTI JIKA ANDA BERANI UNTUK MEMBERSIHKAN, JIKA MODIFIKASI DISEBUT TINDAK PIDANA MAKA JIKA BAHWA ANGGOTA LAKUIN DARI ANDA SENDIRI YANG APA NAMANYA? YANG TERJADI LEBIH JAHAT ANDA PERGI, TAPI MASYARAKAT KECIL YANG MENGABDIKAN KREATIVITAS ANDA MENELEPON KEJAHATAN?, TULIS NETIZEN BERNAMA ANWAR ANAS AL FAYED



sumber : http :// www. dapur-sehat. com/2016/05/polisi-membuat-cara-baru-agar-anda. html
Tuesday, September 20, 2016

Tolong sebarkan,!!! 1x anda sebarkan berarti anda sudah menyelamatkan puluhan juta ribu manusia,!! Dibaca bila tak ingin menyesal ini alasannya mengapa tidur dilarang memakai br4 khususnya kaum wanita

Tolong sebarkan,!!! 1x anda sebarkan berarti anda sudah menyelamatkan puluhan juta ribu manusia,!! Dibaca bila tak ingin menyesal ini alasannya mengapa tidur dilarang memakai bra khususnya kaum wanita
 
1. Berkeringat serta Iritasi Kulit

Menggunakan br4 waktu tidur bikin Anda berkeringat lebih. Ini akan menyebabkan iritasi kulit. Mari kita e, bernapas wanita!

2. Gelisah

Kenakan br4 yang ketat waktu tidur bisa bikin Anda gelisah pada malam hari. Kegelisahan bakal mempunyai dampak tidak baik pada kesehatan Anda.

3. Pigmentasi

Pigmentasi dibagian mana elastis ketat yaitu permasalahan umum namun menggunakan bar waktu tidur membuatnya lebih tidak baik. Tidur dengan bijak.

4. Kurangi sirk***si

Menggunakan br4 waktu tidur bisa kurangi aliran. Hal ini bikin tidur Anda tidak nyaman. Pergi tanpa ada br4!

5. Konsensus

Kenakan br4 pada malam hari yaitu permasalahan umum perbincangan. Sebagian wanita terasa aman untuk menggunakan br4 waktu tidur. Namun bila Anda menggunakan br4 waktu tidur, jadi Anda mungkin saja hadapi permasalahan kesehatan.

Demi Rasa Kemanusiaan Mari bagikan semoga ada yang membantu AMIN .. Gadis Ini Menderita Kanker Tulang Ganas Di Pahanya dan Harus Diamputasi. doakan semoga lekas sembuh AMIN

Gadis remaja ini cuma dapat tergolek lemah serta merintih kesakitan menahan dahsyatnya tumor ganas. Paha kanannya jadi membesar seukuran bola basket berwarna gosong kehitaman. Kurun waktu dekat mesti melakukan amputasi. Sang bapak yang berprofesi sebagai kuli bangunan, saat ini tidak dapat lagi mencari nafkah lantaran mesti temani serta menanti sepanjang penyembuhan dirumah sakit…

Mia Agustina cuma dapat tergolek lemah menahan dahsyatnya rasa sakit di bangsal perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Paha kanannya tumbuh sebesar bola basket berwarna gosong kehitaman. Sebagian titik ada luka serta selalu meneteskan cairan.

Mojang Cianjur berumur 16 th. ini didiagnosa menanggung derita kanker tulang ganas (osteosarcoma). Luar biasa penderitaannya, dalam tempo tujuh bln. tumor itu tumbuh demikian cepat jadi membesar sampai sebesar bola basket, lalu menghitam lantas muncul sebagian luka membusuk keluarkan cairan seperti nanah.

Tak ayal, gadis yang tengah mekar jadi remaja ini kerap merintih kesakitan sembari menyeka daging tumornya yang keluarkan cairan dengan tissu kering.

Di kampung halamannya, Haurwangi Cianjur Jawa Barat, Mia tumbuh normal mulai sejak lahir tidak ada tanda-tanda kelainan apa pun. Sampai satu saat, pada bln. Januari 2016, Mia terjatuh waktu bermain dengan rekan-rekan seusianya. Tidak ada keraguan apa pun, Mia juga diobati oleh tukang urut.

Mulai sejak itu, kakinya membengkak tidak kunjung kempis. Mia juga diterapi di klinik penyembuhan alternatif, namun kakinya selalu membesar.

Lantaran pahanya selalu membesar, jadi Mia juga dilarikan ke RSUD Cianjur. Mia didiagnosa menanggung derita kanker tulang, namun dengan alasan keterbatasan alat, Mia juga dirujuk ke RSHS Bandung.

“Awalnya mah jatuh dari pohon, biasalah anak anak kerap main-main, habis itu di bawa ke tukang urut, juga pernah penyembuhan alternatif, namun kakinya makin besar lebih membengkak, ”

“Kapungkur mah kantos di canak ka RSUD Cianjur oge, mung pihak RSUD teu tiasa ngalajeungkeun penyembuhan karena sarana minim sareung teu aya tenaga medis, dirujuk we ka RSHS Bandung, ” tutur Agus Ceper, sang bapak pada Relawan IDC yang membezuknya di RSHS Bandung, Ahad (7/8/2016).

 (Dahulu Mia dibawa ke RSUD Cianjur, tetapi pihak RSUD tak dapat meneruskan penyembuhan karena sarana yang minim serta tak ada tenaga medis. Kemudian dirujuk ke RSHS Bandung.)

Di RSHS awalannya Mia melakukan rawat jalan dengan cara teratur. Untuk rawat jalan ini, Agus mesti mengusahakan transport dari Cianjur ke Bandung dengan ambulan setempat. Lantaran keadaan kaki Mia makin jadi membesar serta tidak kuat dengan cost transport, Agus memohon supaya anaknya dirawat inap saja dirumah sakit.

“Setelah demikian kali bolak balik ke RSHS bengkak dipaha Mia semakin membesar sampai melebihi kepala manusia. Serta saya ngotot supaya Mia dirawat saja, baru pihak RS memberi perlakuan kemo, ” paparnya.

Sesudah melakukan kemoterapi, menurut dokter spesialis yang mengatasi, kaki Mia mesti diamputasi, namun menanti perubahan setelah itu.

Hingga sekarang ini biaya rumah sakit ditanggung BPJS, tetapi ada banyak biaya yang perlu diusahakan sendiri, umpamanya : pampers, transport wira-wiri, sewa ambulan, biaya hidup sepanjang menanti dirumah sakit, dan sebagainya yg tidak dijamin BPJS.

Waktu dikunjungi Relawan IDC, Mia baru melakukan kemoterapi. Badannya tampak kurus serta terasa panas dalam hingga mesti dikipas-kipas

dengan kipas angin oleh sang bapak. Terbaring di samping sang bapak, Mia tergolek lemas, tampak kepayahan menahan dahsyatnya rasa sakit. Berkali-kali ia meringis kesakitan sambil menyeka tonjolan kanker di pahanya yang mulai keluarkan cairan seperti nanah.

“Pegel, nyeriiii serta sakiiit Pak, ” katanya lirih pada Relawan IDC.

Dahsyatnya rasa sakit yang terkena, tidak bikin Mia putus harapan. Ia tetaplah mengharapkan serta optimis dapat pulih. “Sakiiit… saya menginginkan selekasnya pulih Pak, ” katanya singkat.

Walau dililit terbatasnya ekonomi, Agus Ceper (46) tetaplah setia temani putri semata wayangnya berobat mengusahakan kesembuhan.

Agus Ceper, sang bapak, terasa berat dengan ujian yang menerpa anaknya, karena keadaan ekonominya begitu susah. Dengan profesi sebagai kuli bangunan, upahnya tidak dapat diharap banyak untuk cost penyembuhan anaknya.

Terlebih, sepanjang menjaga putrinya, Agus tak dapat lagi mencari nafkah. Oleh karenanya ia begitu mengharapkan pertolongan dari golongan muslimin.

Untuk mengurangi beban musibah Mia Agustina yang tengah berjuang hidup mati melawan tumor ganas, IDC menyerahkan pertolongan awal sebesar Rp 3. 500. 000, - (tiga juta lima ratus ribu rupiah) dari program Infaq Darurat.

…Ujian yang mereka yaitu beban kita juga, lantaran persaudaraan tiap-tiap Muslim seperti satu badan. Bila satu anggota badan sakit, jadi anggota badan yang lain rasakan kesakitan juga

ASTAGHFIRULLAH SEPERTI kisah film horor, seorang gadis berubah menjadi ular besar setelah berc1nt4. Bagaimana kejadiannya?

Layaknya kisah di sebuah film horor, seorang gadis berubah menjadi ular besar setelah bercinta. Bagaimana kejadiannya?

Peristiwa iini terjadi di sebuah hotel di Eket, Nairobi, Kenya.Seorang mahasiswi dari Universitas Nairobi, Kenya berubah menjadi ular besar beberapa menit setelah berc1nt4 dengan seorang pria. 

Dilansir dari buzznigeria.com, malam itu

seorang pria paruh baya berencana menghabiskan malamnya dengan perempuan. Di sepanjang jalan kota, ia bertemu dengan seorang wanita. Keduanya memutuskan pergi ke hotel.

Mereka menuju ke bar dan sang perempuan memilih minum anggur merah. Setelah minum, mereka masuk ke kamar. 

Menurut pengakuan si pria, gadis itu berpesan kepada dirinya agar tak menyentuh kepalanya selama berc1nt4. Perempuan itu mengaku kepalanya sedang sakit. Namun saat berc1nt4, tiba-tiba tubuh perempuan itu menggeliat di tempat tidur. Pria paruh baya itu menikmati aksi perempuan tersebut.

Begitu selesai dan bangkit dari tubuh perempuan itu, pria paruh baya melihat keanehan. Tubuh perempuan itu tiba-tiba berubah menjadi ular. Pria itu langsung melompat dan lari terbirit-birit melalui jendela tanpa selembar pakaian.

Menanggapi berita itu, pihak berwenang Universitas Nairobi memberi peringatan tegas kepada setiap mahasiswi agar menghindari orang asing agar peristiwa itu tak terulang lagi.

Saat ini pihak keamanan setempat sedang mencari orang yang dicurigai bercinta dengan perempuan itu.

Ngeri, bagaimana menurutmu?


sumber : citizen.lipputan6.com